| |
Kuliner
Masakan Samarinda di Hotel Ritz Carlton
IST
Senin, 11 Agustus 2008 | 20:08 WIB
JAKARTA - Masakan khas Samarinda, Kalimantan Timur dan masakan khas Bangka menjadi pilihan Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-63. Aneka masakan khas Samarinda akan hadir antara 11-17 Agustus sedangkan masakan khas Bangka antara 18-24 Agustus.
Hotel bintang lima ini menggandeng pakar kuliner Indonesia William Wongso serta pakar kuliner Samarinda, Ny Acil Ainun dan pakar kuliner Bangka Ny Elmi Sjahrum. Dua pakar kuliner daerah masing-masing itu akan menghadirkan 40 jenis makanan dari menu masakan dari daerah masing-masing. Semuanya disajikan setiap hari di Restoran Airlangga. Hidangan khas yang akan disajikan antara lain Nasi Bekepor, Patin Bakar, Udang Goreng Karang Melenu, Satai Payau, Pindang Kepala Patin, Oseng Genjer, dan Soto Acil Ainun.
Hj Ainum Djariah Asli yang dikenal dengan nama Acil Ainun adalah ahli masak terkemuka dari Samarinda. Ainun membuka usaha rumah makan pertama "Warung Selera Acil Ainun" di Samarinda sejak tahun 2002. Lima tahun kemudian, Ainun membuka cabang di Jakarta. Sembilan puluh persen bahan bakunya didatangkan langsung dari Kalimantan Timur.
Public Relations Manager Hotel The Ritz-Carlton Els Ramadhinta mengatakan, hotel ini menghadirkan masakan Samarinda dan Bangka karena keduanya masakan khas yang belum dikenal banyak oleh masyarakat Indonesia. Padahal, menurut William Wongso, masakan Samarinda dan Bangka tergolong masakan lezat dengan kekhasan masing-masing.
Promosi masakan Indonesia ini terkait dengan Peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2008. Selain aneka masakan, Ritz-Carlton juga memamerkan sepeda onthel dari Komunitas Onthel Batavia. Sepeda-sepeda itu diproduksi tahun 1940 sampai 1958, semuanya buatan pabrik di Belanda. (kompas.com)
http://www.tribunkaltim.com/read/artikel/3009
NASI BAKEPOR (Kalimantan Timur)
Bahan:
300 gr nasi putih
2 lbr daun salam
1 lbr daun pandan, potong-potong
1 sdt garam
10 lbr daun kemangi
50 gr ikan gabus asin, goreng matang, suwir-suwir
1/8 bh jeruk nipis, ambil airnya
2 bh cabai rawit
Cara membuat:
1. Masukkan nasi ke dalam panci anti lengket. Masak dengan api kecil bersama daun salam, daun pandan dan garam, sambil sekali-sekali diaduk hingga rata.
2. Angkat, tambahkan daun kemangi, suwiran ikan asin, air jeruk nipis dan cabai rawit, aduk rata.
3. Hidangkan panas-panas.
Untuk 2 orang.
* Nasi Bakepor bisa juga ditambah dengan lauk satai Banjar.
Ahli Masak dari Samarinda
Ayam Goreng Ny. Hartini, Mbok Berek, Gudeg Wijilan Ny. Lies, Soto Pak Saidi, dan Soto Gebrak Cak Anton, nama-nama tersebut di atas mungkin sering kita jumpai di rumah-rumah makan di seantero Jakarta. Mereka merupakan ikon kuliner yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam bisnis icip-icip. Namun siapa yang kenal dengan Ibu Hj. Ainun Djariah Asli, pemilik Warung Selera Acil Ainun? Bagi orang Jakarta, Ibu Hj. Ainun Djariah Asli atau akrab disapa Acil Ainun, namanya masih terbilang baru dalam bidang kuliner. Namun khusus warga Samarinda, Acil Ainun adalah seorang ahli masak yang terkenal di Samarinda. Atas rekomendasi dari pakar kuliner nasional, William Wongso, Acil Ainun, coba diorbitkan sebagai ikon baru kuliner nusantara. Jika selama ini ikon-ikon kuliner yang mencuat ke permukaan kebanyakan berasal dari pulau Jawa. Daerah lain di Nusantara seperti Kalimantan Timur (Samarinda), juga punya ikon kuliner dengan aneka masakan tak kalah lezatnya. Beberapa waktu lalu, Acil Ainun datang ke Jakarta atas undangan Restoran Airlangga (The Ritz Charlton Jakarta). Selama sepekan masakan khas dari Kalimantan Timur racikannya menghiasi display di restoran yang berada di hotel berbintang lima. Ada sekitar 40 masakan racikannya disajikan untuk tamu hotel tersebut. Aneka masakan tersebut antara lain Oseng Genjer, Nasi Bakepor, Patin Bakar, Satai Payau, Pindang Kepala Patin dan sebagainya.
Masakannya jadi Langganan Pejabat Jakarta
Wanita Kelahiran Samarinda, 64 tahun yang lalu ini telah cukup lama menekuni seni memasak makanan khas Kalimantan Timur. “Sebelum saya buka rumah makan, saya punya bisnis catering kecil-kecilan di rumah,” kata Ainun merendah. Karena masakannya tak ada yang menandinginya, tak mengherankan kalau ada pejabat-pejabat dari Jakarta berkunjung ke Kalimantan Timur, oleh pemerintah setempat, Acil Ainun selalu diminta tolong untuk memasak. Kepandaiannya dalam memasak makanan Samarinda ini membuat ia dipercaya untuk mengurusi konsumsi pada acara resmi di daerahnya. “Saya pernah dipercaya untuk menyediakan konsumsi bagi almarhum Presiden Soeharto. Terakhir, saya mendapat tugas menyediakan konsumsi untuk Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan PON XVIII yang baru lalu,” paparnya. Kepercayaan yang cukup besar ini diberikan oleh Ainun Acil berkat kerja kerasnya selama ini. Ia tetap konsisten menjaga kualitas makanan serta citarasanya tetap otentik. “Saya tidak mau hanya gara-gara mengikuti permintaan pasar dan cari untung, kualitas bahan-bahan saya kurangi dan citarasanya saya modifikasi. Citarasa tetap khas Kalimantan Timur yang banyak menggunakan rempah-rempah alam,” jelas Ainun.
Buka Restoran di Jakarta
Atas konsistensinya, restoran Warung Selera Acil Ainun yang dibuka di Samarinda sejak tahun 2002 senantiasa ramai dan sering dikunjungi para pejabat tinggi Negara lainnya yang kebetulan berkunjung ke Kalimantan Timur. Hal yang sama ia lakukan saat membuka cabang di Jakarta (2007). “Saya buka di Jakarta karena saya ingin memperkenalkan ragam masakan khas Samarianda yang unik ini kepada masyakat Indonesia khususnya warga Jakarta. Mereka bisa merasakan seperti apa citarasa masakan dari Kalimantan Timur. Alhamdulilah, ternyata warga Jakarta suka juga dengan masakan kita,” ucap nenek dari 12 cucu ini. Umumnya citarasa masakan Kalimantan Timur adalah ada sedikit rasa asem, manis, dan asin. “Ya seperti permen nano-nanolah,” kelakarnya. “Saya buka di Jakarta modalnya seperti bonek. Bondo nekat aja,” lanjutnya.Untuk restoran yang ada di Jakarta, ia mendatangkan hampir 90 persen bahan bakunya langsung dari Kalimantan Timur. “Supaya orisinil rasa tetap terjaga,” paparnya.
|
|